![]() |
| liputanberita8 |
"Tumor jinak memiliki ciri seperti struktur yang baik, tumbuh lambat atau bahkan tidak tumbuh, tidak meluas ke jaringan sekitar apalagi pembuluh darah," kata Dokter Stefani Rachel Soraya Djuanda, SpKK, dalam acara Skin Cancer Awareness, di Menteng, Jakarta, 15 Januari 2016.
Beberapa jenis tumor jinak sudah banyak diketahui, seperti tahi lalat, kutil. Ternyata disamping dua jenis penyakit yang sudah akrab didengar tersebut, masih ada beberapa jenis tumor jinak dengan berbagai potensinya untuk menjadi kanker.
Nevus Pigmentosus atau tahi lalat
Ciri : Biasanya muncul sejak lahir, berbentuk bulat atau lonjong, batasnya tegas dan berkilat, dapat berambut dan berwarna hitam, berisi pigmen kulit
Pencegahan: Tidak bisa dicegah, amati jika mulai ada perubahan seperti rambut pada tahi lalat rontok, warna mulai pudar, dan ukuran membesar.
Keratosis Seboroik
Ciri : Biasanya muncul di usia dewasa atau lanjut, berbentuk lonjong, batasnya tegas, berwarna coklat, lokasi lebih sering di wajah dan terkadang di badan.
Pencegahan : Perawatan kulit yang baik, penggunaan tabir surya.
Xantelasma
Ciri : Mulai muncul di usia dewasa atau lanjut, bentuk bulat atau lonjong, lokasi di sekitar mata.
Pencegahan : Hindari konsumsi makanan berlemak tinggi.
Keloid
Ciri: Faktor utama adalah genetik, muncul mulai usia remaja, diawali dengan trauma (pernah terluka), bentuk tidak beraturan, biasa berlokasi di punggung, dada, lengan atas.
Pencegahan : Jika sudah tahu ada bakat, sebaiknya hindari trauma (luka), lakukan perawatan dengan baik
Veruka Vulgaris atau Kutil
Ciri : Mulai muncul di segala usia, bentuk bulat tidak beraturan, permukaan kasar, berwarna cokelat keputihan, mirip mata ikan, biasanya muncul karena gesekan.
Pencegahan : Selalu menjaga kebersihan tangan dan kaki, usahakan kaki jangan lembab, ganti kaus kaki setiap hari, jemur sepatu sesering mungkin.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar